Idul Fitri yang Sehat

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ, تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمٌ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَ
Begitulah takbir yang dikumandangkan dan Doa yang dipanjatkan seraya meminta maaf kepada sesama setiap 1 Syawal, tanggal 1 pada bulan syawal terasa sangat istimewa karena 
sebulan penuh sebelumnya adalah proses “perang” berpuasa Ramadhan melawan hawa napsu tetapi bukan berarti pada tanggal tersebut jadi ajang kebebasan setelah berpuasa melainkan suatu awal baru untuk menghadapi hawa napsu 11 bulan kedepan. Itu hanya sedikit saja pengartian tentang iedul fitri ada yang lebih lengkap nih…menurut beberapa kajian keislaman ada beberapa pendapat dalam memaknai Iedul Fitri. Kita lihat dari segi bahasanya, Iedul Fitri terdiri dari dua kata yaitu ( عيد ) dan ( فطر ) dan tahukah kamu masing-masing dari kata ini memiliki maknanya tersendiri :
( عيد ) Ada yang mengatakan bahwa Ied berasal dari kata ( عاد - يعود ) yang berarti kembali. Namun ada juga yang menterjemahkan Ied ini sebagai hari raya, atau hari berbuka. Pendapat yang kedua ini menyandarkan pada hadits :
 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ - رواه ابن ماجه
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Idul Fitri adalah hari dimana kalian berbuka, dan Idul Adha adalah hari dimana kalian berkurban.” (HR. Ibnu Majah)

( الفطر ) Ada yang menerjemahkan fitri dengan “berbuka” karena ia berasal dari kata ( أفطر ) yang memang secara bahasa artinya berbuka setelah berpuasa. Namun disamping itu, ada juga yang menerjemahkan fitri dengan “fitrah”, yang berarti suci dan bersih. Pendapat kedua menyandarkan pendapatnya pada hadits Rasulullah SAW :
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ - رواه البخاري
Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah seorang anak dilahirkan, melainkan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih/ suci). Orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Bukhari)
kedua makna tersebut saling melengkapi dan tidak bertentangan sama sekali. Sehingga Iedul Fitri adalah hari raya umat Islam yang dianugerahkan oleh Allah SWT di mana insan dikembalikan pada fitrahnya dengan mendapatkan ampunan dari Allah SWT, sekaligus sebagai hari bergembiranya kaum muslimin dimana diperintahkan untuk makan dan minum sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Disinilah letak kekeliruan dalam mengartikan makan dan minum karena dari pengalaman penulis sering sekali ada tetangga dan saudara yang Asam uratnya kambuh, darah tinggi, koleterol sampai pada kadar gula darah naik tajam sampai membuat penderitanya opname, Iedul fitri memang suatu hari kemenangan dan diharamkan pada tanggal tersebut berpuasa atau istilah lain menyebutkan berbukalah/merayakan. Tetapi jika hadist tersebut dimaknai lebih dalam lagi teryata ada beberapa hal yang dilarang atau dimakruhkan justru begitu marak di hari yang fitri ini. Berikut adalah hal-hal yang sebaiknya kita hindarkan :
Berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan (tabdzir)
Seringkali pada saat hari raya Iedul Fitri, karena begitu banyaknya makanan yang relatif istimewa, kita lupa dengan ‘kapasitas’ perut kita, sehingga terlalu banyak mengkonsumsi makanan. Baik makan besar maupun makan kecil. Sementara Allah SWT telah mengingatkan kita :
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Dan makan dan minumlah kalian, tapi janganlah kalian berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf 31)
Berlebih-lebihan dalam berpakaian dan berdandan.
Pakaian yang bagus yang memang disunnahkan untuk dikenakan pada hari raya Iedul Fitri, tetapi hati-hati sob…kalau diartikan sempit akan menjadikan kita terjebak pada sifat berlebihan dalam berpakaian ataupun berdandan, sehingga terkadang ‘aurat’ tidak terjaga, atau berpakaian terlalu ketat, atau juga terlalu menyolok (tabarruj). Oleh karenanya, sebaiknya dalam berpakaian tidak melanggar batasan-batasan syar’I, baik bagi pria maupun wanita. Allah SWT berfirman :
وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُولَى
“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab : 33)

Berlebih-lebihan dalam tertawa dan bercanda.
Tertawa, bercanda, mendengarkan hiburan termasuk perkara yang dimubahkan terutama pada Iedul Fitri. Namun yang tidak diperbolehkan adalah ketika perbuatan tersebut berlebihan, sehingga melupakan kewajiban atau menjerumuskan pada sesuatu yang dilarang. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :
فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلاً وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (At-Taubah : 82)

Mengulur-ulur waktu shalat.
Dengan alasan silaturahmi atau halal bi halal keluarga besar atau kerabat maupun teman sejawat, seringkali ‘mengulur-ulur’ waktu pelaksanaan shalat. Hal ini juga bukan merupakan perbuatan yang baik. Karena sebaiknya mengerjakan shalat tepat waktu, tanpa mengulur-ulurnya.

Boros dalam pengeluaran uang.
Iedul Fitri juga sering menjadi ajang untuk menghambur-hamburkan uang pada sesuatu yang ‘manfaatnya’ kurang. Kecuali jika dalam rangka untuk memberikan santunan kepada kerabat keluarga yang membutuhkan, namun itupun juga tidak boleh berlebih-lebihan. Dalam Al-Qur’an Allah mengatakan :
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Al-Furqan : 67)
Kita cermati pada bagian pertama yaitu sebaiknya kita menghindari berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan.
Dan makan dan minumlah kalian, tapi janganlah kalian berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf : 31)
Kita sudah diperingatkan dalam Al-Qur’an agar tidak berlebih-lebihan dalam hal makan & minum tetapi tetap saja setiap tahun ada kabar tetangga A pusing karena tekanan darahnya tinggi, saudara B asam uratnya naik dan lain-lain. Disini faktor makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan pasien penderita kolesterol, hipertensi dan masalah jantung, sebaiknya ikuti perintah Allah dalam QS. Al-A’raf : 31 agar tidak berlebihan dalam makan dan minum.
Berapa makanan yang perlu diwaspadai adalah : Roti kering atau cake dengan rasa manis waspada pada penderita Diabetes dan asin, mentega, keju waspada pada penderita hipertensi, goreng-gorengan, Daging sapi berlemak, gajih sapi dan gajih kambing, udang, kepiting, kerang, siput dan belut waspada pasien hipertensi dan asam urat makanan tersebut perlu diwaspadai oleh pasien penderita penyakit kronis agar mendapatkan manfaat Idul fitri yang sehat. Tetapi, batasan makanan ini bukan berarti menghilangkan kemeriahan perayaan Iedul fitri bersama kerabat. Makan makanan yang disebutkan masih tetap di konsumsi, asalkan tetap menjaga porsinya terlebih pada saat perayaan Iedul fitri seperti sekarang karena hampir setiap keluarga muslim memasak makanan khas Iedul fitri.
Aji Wibowo,S.Farm.,Apt
Semoga Bermanfaat Wallahu a’lam bishshawab
Sumber : IslamHouse, wikipedia, detikhealth

Kami mengharapkan kritik dan saran anda dengan memberikan komentar dibawah coretan ini
Berikan Apresiasi anda jika coretan ini bermanfaat dengan klik like fanpage Blog ini klik Dunia Farmasi atau klik Tombol Like pada kotak Facebook Fanpage dibawah coretan ini, Terimakasih. “Knowledge is nothing without sharing”

Comments

  1. salam kenal dan selamat idul fitri 1433 H.
    minal aidin ya...

    thanks udah mampir ke rumah saya,,hehehhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal bro..
      saling mengunjungi blog adalah silaturahmi antar blogger yg harus tetep dijaga :D

      Delete

Post a Comment

Terimakasih, Komentar anda berisi :

1. Nama Komentator adalah Nama anda sebenarnya

2. Kalimat Sopan, Bijak, Positif dan sesuai dengan Topik Coretan (Baca : Tulisan)

3. Promosi, Link Hidup, dan Spam akan saya tempatkan khusus di Folder Spam

# Diharapkan tidak melakukan duplikat konten, agar blog anda tidak dilaporkan.

# Maaf jika komentar anda tidak langsung dibalas karena kesibukan Offline saya.


Popular posts from this blog

Pengobatan Terkilir atau Keseleo

Cara Identifikasi Keaslian Obat

Tiga Obat Kuat Menggemparkan Kaum Pria